jump to navigation

Baik dan Buruk, Sama Banyaknya Juli 27, 2006

Posted by gugat in Laporan Utama.
trackback

Kamal Firdaus, SH, Staf Ahli Jaksa Agung

jaksa-kamal.jpg

Saya kira, seorang jaksa sama saja dengan profesi lainnya. Yakni ada jaksa baik dan jaksa nakal. Soal jumlah, saya sendiri kurang begitu tahu, bisa yang baik banyak, bisa juga jaksa yang nakal banyak.
Dari pengalaman saya menjadi advokat selama 25 tahun, mudah kok mendeteksi apakah seorang jaksa tersebut baik atau nakal. Dan untuk menindak jaksa nakal sebenarnya tidak sulit. Hanya saja, proses penindakannya jangan disamakan dengan suatu proses sidang pengadilan. Jadi, jangan disyaratkan harus ada data yang akurat untuk membuktikan apakah jaksa itu nakal atau tidak.
Kalau memang Jaksa Agung serius ingin membersihkan jajarannya dari jaksa-jaksa nakal, sesungguhnya tidak sulit kok. Sebab, selama jaksa-jaksa nakal masih bercokol, jangan harap korupsi bisa diberantas. Dan jangan pula berharap para koruptor bisa diseret ke pengadilan.
Saya sendiri yakin bahwa kejaksaan masih punya stock jaksa-jaksa yang baik. Tapi selama jaksa-jaksa nakal itu tidak ditindak tegas, maka jaksa-jaksa yang baik hanya bisa mengeluh dan mengurut dada saja.
Sementara mengenai Komisi Kejaksaan yang dibentuk untuk mengatasi ulah jaksa-jaksa nakal, saya tidak yakin Komisi tersebut bisa mengatasinya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: