jump to navigation

DITABURI TANAH KUBURAN, SUAMI PERKOSA 10 PERAWAN Juli 27, 2006

Posted by gugat in Asusila.
trackback

Ritual Pasutri Cari Kekayaan

Demi mendapatkan harta kekayaan, pasutri Wandi dan Kasih pun diharuskan memperkosa 10 orang gadis. Tiga orang  berhasil terpedaya.

 

Tampang pasangan suami istri Wandi (45) dan Kasih (36) memang tidak ada yang aneh. Bermuka khas jawa. Cara berpakaian mereka sederhana, tutur katanya halus dengan dialek Jawa inggil. Namun jangan salah sangka. Di balik keluguan mereka, pasutri yang sehari-harinya kos di daerah jalan raya Krian, Sidoarjo ini ternyata memendam kebringasan yang tak terduga.

Menurut catatan satreskrim Polres Lamongan, seperti yang dituturkan AKP Agus I Suprianto kepada GUGAT (24/07) lalu, keduanya telah beraksi melakukan pemerkosaan terhadap gadis-gadis perawan belia semenjak tahun 2005 lalu. Total korbannya ada empat orang. Terkuaknya kasus aneh ini tidak lain berkat laporan dari para korbannya yang memberanikan melaporkan pemerkosaan yang mereka alami kepada Polres Lamongan.

Masih menurut AKP Agus, korban pertama pasutri itu Ina (19), bukan nama sebenarnya. Menurut cerita Ina, kejadian perkosaan itu bermula kala ia bertemu kali pertama dengan Kasih di rumahnya, di Mojokerto, pada awal Agustus 2005 lalu. “Saya sebenarnya tidak begitu mengenalnya, tapi ibu saya mengenal Kasih cukup dekat, “ingat Ina.

Saat itu dengan mulut manis, Kasih yang aslinya berasal dari desa Mojowiryo, di sebuah kecamatan di  Mojokerto itu mengiming-iming Ina pekerjaan di Surabaya. Menurut Kasih, Ina akan mendapat bayaran yang cukup menggiurkan. Kepada Ina dan kedua orangtuanya, Kasih mengatakan bahwa suaminya bernama Wandi lah yang nantinya akan mencarikan pekerjaan.

Saat itu, Kasih mengaku kalau suaminya bekerja di perusahaan elektronik dengan jabatan kepala bagian  personalia.  Karena masih menganggur, baik Ina maupun orang tuanya pun tergiur dengan bujuk rayu Kasih. Apalagi Kasih juga tidak memungut sepeserpun biaya.

 

 

Diancam Gila

Setelah berbasa-basi dan termakan rayuannya, Kasih lalu meminta Ina agar segera berkemas dan membawa beberapa potong pakaiannya untuk dibawa ke Surabaya. Dengan restu kedua orangtuanya pula, Ina pun mengamini permintaan Kasih. Dari Mojokerto mereka lalu naik bus. Setelah itu oper bus mini ke arah Jombang dan menuju ke  Tuban. Kala itu Ina berpikir nantinya mereka akan turun di Babat dan selanjutnya ganti bus lagi menuju ke arah Surabaya.

Namun alangkah kagetnya hati Ina. Saat tiba di daerah Sambeng, Lamongan, Kasih mengajak Ina untuk turun cepat-cepat. Dengan setengah tercengang, Ina lalu memberondong Kasih dengan pertanyaan. “Kenapa kita turun di sini, Surabaya khan masih jauh padahal hari sudah mau malam, kita mau nginap dimana mbak?, “tanya Ina memburu.

Melihat reaksi Ina yang seperti orang ketakutan itu, Kasih nampaknya tidak begitu peduli. Sembari menggandeng lengan Ina, Kasih beralasan bila mereka akan datang ke rumah seorang dukun bernama mbah Mutmainah. Di sama mereka sekedar meminta berkah dan doa agar tes wawancara yang ia lakoni untuk mendapatkan pekerjaan nantinya dapat berjalan lancar.

“Kamu tidak usah takut, saya akan mengambil tanah kuburan sebentar setelah itu baru kita pergi ke rumah mbah Mutmainah,”ucap Kasih pelan. Seakan terhipnotis, sesudah itu Ina hanya bisa pasrah mendengarkan nasehat dari wanita yang sebenarnya tidak begitu dikenalnya itu.  Namun setelah berjalan kurang lebih seperempat menit, kedua wanita ini justru masuk ke dalam kawasan hutan Candisari, kecamatan Sambeng, Lamongan yang tampak sangat sepi.

Ina masih saja bingung karena di dalam hutan ia sama sekali tidak menemukan rumah yang bisa disinggahi. Belum sadar betul ingatan Ina, menit berikutnya, tiba-tiba muncul sosok laki-laki berambut lurus dan bertubuh kerempeng menghampiri dirinya dan Kasih. “Mbak Kasih lalu menaburi kepala laki-laki itu dengan tanah kuburan yang dibawanya,” masih ingat Ina lagi.

Setelah itu keluar kalimat ancaman dari mulut Kasih kepada Ina. “Saya harap kamu bersedia disetubuhi suami saya ini, sebab jika menolak maka kamu akan mati dan kalau tidak kamu bisa gila, “ancam Kasih dengan nada suara berubah menjadi bengis.

Karena ketakutan, Ina pun sempat meronta-ronta dan berteriak kencang kepada pasutri itu agar dirinya dilepaskan dan dibiarkan pergi. Namun berkali-kali Kasih selalu mengancam bahwa mbah Mutmainah sang dukun melalui perantara dirinya telah mengeluarkan jampi-jampi khusus yang akan membuat Ina mati atau gila bila tidak menuruti kehendaknya.

Tersudut dan ketakutan, Ina pun ‘tersihir’ pasrah memenuhi keinginan setan pasutri yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung itu. “Bahkan saat pria itu berusaha memasukkan alat kelaminnya, mbak Kasih juga ikut memegangi kaki saya agar tidak bergerak-gerak”,imbuh Ina merinding ingat kejadian itu.

Darah perawan Ina pun diterjang habis tapa ampun oleh Wandi. Yang membuat hati Ina semakin teriris, perkosaan yang dialaminya malam itu tidak dilakukan sekali saja, tapi hingga tiga berturut-turut. Ina yang waktu itu dalam keadaan tidak berdaya sama sekali akhirnya hanya bisa menangis dan berteriak ketakutan menahan rasa sakit.

Ritual perkosaan itu baru berhenti saat Shubuh menjelang. Kasih lalu memaksa Ina memakai kembali pakaiannya. Sementara, barang-barang berharga milik Ina seperti cincin, kalung, dan beberapa potong pakaiannya yang dibawa Ina dari rumahnya diembat Kasih.

 

Haid, Selamat

Setelah itu, menurut cerita Ina, ia ditinggalkan begitu saja di pingir hutan itu sendirian. Ia ditinggal dengan hanyaselembar baju yang menempel di badan. Ina yang saat itu masih dalam keadaan syok bisa pulang rumahnya kembali setelah ia meminta pertolongan kepada penduduk setempat tentang kasus perkosaan yang baru saja menimpanya. Penduduk juga melaporkan kasus itu ke Polres lamongan.

Usai laporan Ina ke Polres Lamongan, Polisi lalu mulai membuat sketsa wajah dan ciri-ciri pelaku pemerkosa Ina. Penyidik satreskrim Polres Lamongan juga meminta bantuan warga sekitar hutan Sambeng agar segera melaporkan ke polisi apabila melihat tindak-tanduk mencurigakan di sekitar hutan Sambeng.

Seiring berlalunya waktu, warga sekitar Sambeng sedikit melupakan hal itu. Padahal, saat itulah mereka kecolongan dengan jatuhnya dua korban. Setahun sudah, Kasih dan suaminya bisa memperdaya perawan. Sebut saja Santi (18). Gadis asal Diryorejo, Gresik ini mengaku kalau ia telah menjadi korban perkosaan di hutan Sambeng juga.Deskripsi pelaku dan modus operandinya sama persis dengan yang terjadi pada Ina.

“Mbak Kasih itu tiba-tiba datang ke rumah saya dan menjanjikan akan mencarikan saya pekerjaan. Entah kenapa saya langsung nurut dan terpedaya ucapannya. Lalu kami pun  naik bus dan tiba-tiba Kasih mengajak saya turun di Hutan Sambeng. Dan saya diperkosa oleh seorang laki-laki bernama Wandi,” tutur Santi tersedu sedan saat memberikan keterangan kepada penyidik.

Usai kejadian yang menimpa Santi, polisi dan warga sekitar semakin waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan yang terjadi di hutan Sambeng. Mereka juga memajang foto Wandi dan Kasih di Polsek Sambeng dan Pos Kamling warga. Namun lagi-lagi seorang Korban jatuh. Sebut saja Wati (19), asal Krian. Tapi untunglah, karena Wati waktu itu dalam keadaan menstruasi ia hanya sempat dijamah satu kali setelah itu Wati dilepaskan.

Karena korbannya semakin banyak, polisi pun semakin intens melakukan penyidikan dan pengawasan di hutan Sambeng tersebut. Dan usaha mereka tidak sia-sia.  Pertengahan bulan Juli 2006, tepatnya tanggal 11 Juli 2006, Kasih dan Wandi berhasil diringkus Polres Lamongan di hutan Sambeng.Saat itu mereka tengah melakukan aksi kepada korbannya, sebut saja Intan (19), asal Dongko, Trenggalek. “Mereka kami ringkus tanpa ada perlawanan dan mengakui telah melakukan perkosaan nyeleneh itu,”ungkap AKP Agus.

Karena kejahatan itu,  masih menurut AKP Agus,  pasutri yang sudah memiliki tiga anak ini kini pun meringkuk di sel tahanan Polres Lamongan karena diancam dengan KUHP pasal 285 tentang kejahatan perkosaan dan subsider 378  dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Kami kapok telah melakukan kejahatan perkosaan ini dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi”, ungkap keduanya klise setelah berada di balik jeruji besi.

Komentar»

1. surya - Agustus 24, 2006

orang kaya gitu penjara ,biar kapok

2. RIDWAN - November 29, 2007

HUKUM ISLAM KAYAKNA COCOK
BUAT OARANG SEKEJI ITU

3. ags - Februari 8, 2008

Dimatiin aja orang seperti itu. udah kayak binatang aja tuch

4. Mr.sex - Maret 5, 2008

Enak tUch anget..mau doNK gw duluan yg jebol memeknya hahaha

5. Mr.Boy - Maret 30, 2008

“Anu”ny dipotong aja ampe’ abiz,dijamin dech,g bkal lagi2!

“hidup cuma sekali kq suka bener bkin dosa,pada g mikir siksa akhirat y?”

6. Ve - Juni 25, 2008

pasutri yg bener2 sinting……… pa lg istri yg bener2 g’menghargai cewek lain.

7. revoZ - September 2, 2008

orang kya gitu pantas nya di hukum mati

8. Kindu - Oktober 14, 2008

Mau dunk . . .!

9. Ariefmulyadi - November 12, 2008

kirimin vidio ny dong ke 081210877440

10. riyan junior - November 17, 2008

dari pde perawanya direngut oleh orang macam gitu mendingan kasihkan ama aku aja,selain masih muda aqpun mau bertanggung jawakok,……..tpi…..,ya udalah kan udah terlanjur diembat ama si wandi brengsek ntu.pasutri itu,istrinya,mmeknya tusuk pakebesi panas,..suami,kontolnya tiap hari kasi rawit aja nbalsem……..oke..aq riyan..bye-bye

11. Shinigami - Desember 10, 2008

wah..wah..mending tuh kontol ditosok jadiin sate aja, trs suruh d tuh pasutri yang makan..biar mereka rasaian gmn rasanya..wkwkwkwkwkw

12. Aso - Juli 19, 2009

Bangsat tu manusia

13. dcky boyz - Juli 29, 2009

yampun gede kle myali tu orang

14. boomer - September 7, 2009

makannya belajar , tau dah segala sesuatu baik d buruk

15. chiko jony - September 17, 2009

manusia gk tau diri tuh,udah punya istri,eh tau nya ngembat perawan anak org.

16. Joule the sickness - September 22, 2009

Hahahaha…
Lucu jg y crita’a!
Eh, pak polisi!ada video’a ga?kirimin ke aq donk!
Bangsat lo wan!bagi2 donk prawan’a!kontol gw uda lma ne ga embat pepek perawan!!hahaha…perawan is the best!
Lgian, uda kontol lu seiprit, pake prkosa prawan sgala!
Mnding pnya gw!
Ntar gw embat pepek istri lo, mau lo??
Hoi…pak polisi!
Mari bramai2 qt embat pepek mbah kasih ampe puwas!hahaha…

17. anac takro - Oktober 3, 2009

saya juga mau donk……………………………………………………………….
emang cuma mrka yg gila seks……. sye jg gla malah lebih parah

18. Satrie tria - Desember 2, 2009

orang kaya gitu harus mati dan harus dihukum setimpal nya

19. mr.boy - Desember 21, 2009

enaknya tuh kontolnya si wandi di sayat 500 kali sehari pk silet smp kontolnya busuk, trus klo u/ istrinya si wandi memeknya di sogrok batang singkong yg besar 1jam x 5 kali sehari. itu balasan setimpal

20. obon - Juli 12, 2010

paehan anjing lah tman….kos moal bkal paeh wae

21. MAULIDIN - Februari 16, 2011

PEJARAHKAN SAJA DI TEMAPT BANYAK SEMUT MERAHNYA LALU DI TELANJANGI<TANGAN DAN KAKINYA DIIKAT, TRUZ DI BARINGKAN TUH WANDI!!!!!!!

22. obred - Juli 18, 2011

eh crita tu bnran apa cman sbuah krangan,,,!!!!?

23. ricky oww oww now - Agustus 12, 2011

hahahahha…

24. Penger club. . Dkk - Agustus 22, 2011

Kira2 da g ya smpnan me2k perwan-a. .
Al ea aku pngen ne ngrasain memek perawan. . Ha . . Ha . .
Low da kbrin ea . .

25. Serdadu kumbang pandeglang - Agustus 20, 2012

Bunuh saja pak dukun nya jngn yg jd tersangka nya oang

26. arieff settiawann - Juli 26, 2013

Hukum yg seberat2nya..

27. Yudi aras - November 11, 2013

Dasar otak cabul

28. decis brendi - November 28, 2013

lo kae gto mending d potng aja to kontol x dan istri x d perkosa aja jga sampe pepet x memar he he he, biar tau rasa… by decis brendi??

29. andreaa - Februari 12, 2014

enak bangett ..tuech se wandi ! nga bge2 tuch perawan.nxa,.

30. lita - April 11, 2014

parah bgt


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: