jump to navigation

Penyimpangan Seks Bernama Voyeurisme Juli 27, 2006

Posted by gugat in Kasus Seks.
trackback

Kamar mandi, tempat ganti pakaian, serta kamar tidur adalah lokasi paling rahasia bagi perempuan. Namun tidak bagi si tukang intip, tempat-tempat tersebut justru menjadi tempat paling asyik untuk dilakukan pengintipan. Tidak heran dia rela melobangi internit atau memenjat tembok hanya sekedar mengintip.

seksual-10.jpg

 

Ulah orang seperti itu disebut Voyeurisme (mengintip). Menurut penelitian yang dilakukan lembaga kesehatan Jerman, Bremen Health awal Juli 2006 lalu, di negara Jerman, Swiss, Austria dan Perancis sebanyak 43 % dari pelaku Voyeurisme melakukan pengintipan dari ruang kos atau apartemen.

Sementara 17 % melakukan dari jendela hotel, 24 % melakukannya ke rumah tetangga, sedangkan 66 % mengintip siapa saja yang penting wanita, baik dikenal maupun pacar sendiri, sedang ganti baju, mandi, sedang bersetubuh, ataupun sedang mengganti pembalut.

Arti dari hasil tersebut adalah,  komposisi ruang memang bisa berganti, namun bagi yang terbiasa melakukan kegiatan mengintip, setiap kesempatan kelihatannya akan dimanfaatkan untuk mengekspresikan perbuatan itu. Meski perbuatannya itu tergolong dalam kategori kelainan seksual.

Masih menurut hasil penelitian Bremen Health, para pecandu mengintip ini jutru paling besar berpendidikan setingkat SMU, Diploma, S1, dengan status lajang dan banyak melakukan hal ini dikeramaian. Adapun obyek bagian tubuh wanita yang menjadi sasaran adalah bagian dada wajah dan leher.

Sementara bagi mereka yang berpendidikan S1 atau Pascasarjana, kegiatan mengintip ini dilakukan dengan cara yang lebih modern. Artinya mereka menggunakan binocular untuk menyalurkan hobinya tersebut. Asalkan kepuasannya tersalurkan dan tingkat keamanannya terjamin.

Pelaku voyeurisme ternyata tidak sekadar keranjingan mengintip, sebab sebagian pelaku  mengaku bahwa perbuatan mengintip akan disertai dengan masturbasi. Sejumlah pelaku secara sengaja ada yang berhasil merekam hasil intipan mereka yang tentunya akan dapat diintip (kali ini ditonton) berkali-kali.

Yang perlu dikhawatirkan adalah pelaku voyeurisme yang menyebar-nyebarkan gambar ke publik. Bisa jadi video atau gambar foto yang diambil para pelaku voyeurisme menjadi kasus besar yang memalukan korban pengintipan. Apapun alasannya voyeurisme tetap membahayakan kita semua.

Komentar»

1. linda - Maret 25, 2008

saya butuh jurnal voyeurisme terbaru donks,,,

bisa ga??? websitenya apa yah??? thanks..

2. budi yanto - Mei 17, 2010

saya dapat tugas menyusun makalah peniympangan sek..
mohon bantuannya donk..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: