jump to navigation

SERING ANCAM BONGKAR PERSELINGKUHAN Juli 27, 2006

Posted by gugat in Pembunuhan.
trackback

Suka Kasar, Buruh Rokok Dibunuh PILnya

Sulistriyani (28), ditemukan sudah menjadi mayat. Ternyata ia adalah korban pembunuhan yang dilakukan pria selingkuhannya, Suhartono (40). Suhartono nekad membunuh lantaran Sulistriyani sering mengancam akan membongkar hubungan gelap itu.

kudus-korban_hidup1.jpg

Minggu (16/7) siang, warga sekitar Desa Tanjungkarang Kecamatan Jati, Kudus, sontak gempar. Seorang wanita ditemukan tewas di semak -semak pingir jalan raya jurusan Kudus-Purwodadi. Dari identitas yang ditemukan, wanita malang itu diketahui bernama Sulistriyani, warga Desa Pasuruhan Kidul RT 06/ RW I Kecamatan Jati Kudus. Hasil penelusuran polisi, diketahui Ia adalah buruh borong giling di PT Djarum, dan sehari-hari bekerja di Brak Pengkol Kudus.

Tiga hari sebelumnya, Sulis, ibu satu putri berusia 11 tahun ini tidak pulang ke rumah. Ketika ditemukan, pada kepala dan wajahnya terdapat luka bekas bacokan. Sementara motor Suzuki Smash kreditan yang dibawanya amblas. Saat itu polisi sempat menduga, Sulis tewas dibunuh perampok yang mengincar sepeda motornya. Apalagi, menurut penuturan suaminya, Sumanto (30),  Sulis tak punya musuh. Sumanto juga bertutur, bila istrinya tak punya PIL (pria idaman lain).

Saat ditemui GUGAT, Sumanto tak menyangka istrinya akan pergi selamanya dengan cara seperti itu. Kamis (13/7) lalu, usai maghrib, Sulisberpamitan hendak ke rumah temannya bernama Sunirah. Dari sana mereka bersama-sama menemui seseorang di Desa Panjang, yang berjarak kurang lebih 7 Km dari rumahnya. Sunirah adalah teman Sulis yang selama ini sering membantunya mencari hutang. Saat itu Sulis naik motor Suzuki Smash warna hitam kombinasi silver nomer K-4081-ZB.

Namun sejak saat itu, ibu dari seorang putri yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu tidak pulang. “Kalau keluar rumah, biasanya istri saya pulangnya tak lebih dari pukul sembilan malam, “cerita Sumanto. Sumanto yang seorang petani ini tentu saja kalang kabut mencari Sulis. Bahkan Sunirah yang ditemui Sumanto malah bingung ketika ditanya keberadaan Sulis. Sunirah mengaku tak pernah ada janji atau ditemui Sulis sebelum hilang.

 

Kasar

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi nyaris terkecoh. Sebab, pelaku berusaha mengaburkan pembunuhan yang dilakukannya dengan meninggalkan sepucuk surat pada saku jaket yang dipakai Sulis. Surat itu dibuat seolah-olah Sulis menagih utang pada seseorang. Namun setelah diselidiki, ternyata tulisan dalam surat tersebut bukanlah tulisan Sulis.

Polisi lalu berkesimpulan, surat tersebut sengaja dibuat pelaku untuk mengecoh polisi. Kerja keras aparat dari Polsek Jati dan Polres Kudus akhirnya membuahkan hasil. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui Sulis mempunyai seorang kekasih, seperti disebut di atas, Suhartono. Kecurigaan polisi terhadap Suhartono menguat, setelah diketahui laki-laki yang dicurigai tersebut menghilang begitu mayat  Sulis ditemukan.

Motif pembunuhan ini akhirnya terungkap, setelah petugas Polres Kudus dan Polsek Jati berhasil menangkap Suhartono . Warga Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus itu ditangkap Rabu (19/7). Saat ditemui, Suhartono berkisah, Rabu (12/7) dirinya sempat bertemu Sulis di ruas jalan Desa Pasuruan. Saat itu,  Sulis memintanya mencarikan uang sebesar Rp 1 juta untuk berbagai keperluannya.

Suhartono saat itu tak punya yang. Ia juga berterus terang kalau tak bisa mencarikan uang sejumlah itu. Namun besoknya, Kamis (13/7) malam, Sulis kembali menemuinya dan menagih uang tersebut. Karena memang tak punya uang dan merasa tak pernah menjanjikan, Suhartono tak bisa memberikan uang itu. Penolakan Suhartono ini ternyata membuat Sulist marah.

 “Dia marah-marah, lalu mengatai saya anjing,” ujar Suhartono, di Polres Kudus. “Tak hanya sekali itu, dia memang sering mengatai saya ‘asu’ (anjing.red) kalau sedang marah. Terus terang saya sakit hati,” aku Suhartono.

Dengan mata sayu karena kurang tidur, ayah tiga anak yang semuanya perempuan itu mengaku dirinya sebenarnya menyesal telah berbuat keji. Dikisahkan oleh Suhartono, awal kedekatannya dengan Sulis yang masih tetangganya itu karena seringnya Sulis datang ke rumahnya untuk minta tolong. “Saya di kampung dikenal tetangga sebagai orang pintar (paranormal.red),” akunya.

Awalnya, Sulis mendatangi rumahnya untuk minta diusahakan hutangan guna membayar angsuran sepeda motor dan keperluan lain. Oleh Sulis, Suhartono dianggap sebagai orang pintar dan banyak punya hubungan dengan orang kaya. Karena sering bertemu dan jalan bersama, lama kelamaan ada rasa suka yang timbul di hati keduanya. “Akhirnya kami berhubungan gelap sejak setahun lalu. Tapi tak ada orang tahu karena kami selalu ketemuan di jalan lalu pergi bersama ” imbuhnya.

“Soal hubungan badan, kami juga sering melakukannya di berbagai tempat. Saya juga sempat menyetubuhi dia di semak semak dimana dia saya bunuh itu,” akunya menerawang. Namun sejak perselingkuhan itu, sikap Sulis kepadanya semakin tidak hormat dan berani. Tak hanya kata-kata kasar seperti dikisahkan di atas, Sulis juga biasa mengancam membongkar perselingkuhan ituke istri Suhartono jika keinginannya tak terpenuhi.

“Dia mengancam akan memberitahukan perselingkuhan itu pada istri saya maupun suaminya, padahal istri saya kerjanya satu tempat dengan dia” tambah Suhartono. Dari pada harus menanggung malu, terbersit pikiran untuk menghabisi Sulis. Setelah dipertimbangkan beberapa hari sambil melihat perkembangan perilaku Sulis, akhirnya keputusan untuk mengakhiri kekasih gelapnya itu menjadi bulat. “Dia tidak berubah, bahkan tambah berani dan tambah kasar,” keluhnya.

Selasa (11/7) sebenarnya niat untuk menghabisi Sulis sudah akan dia lakukan. Namun karena suasana di sekitar tempat yang sudah ditentukan tak mendukung, niat menghabisi itu urung.  Kesempatan akhirnya didapat Kamis (13/7) itu. Awalnya, Sulis mengajak diantar menemui seseorang di daerah Undaan. Belum sampai di tempat yang dituju, kendaraan yang mereka kendarai berbalik arah. Mereka menuju semak -semak di mana dulunya mereka kerap memakainya untuk berkencan.

“Sulis manut saja karena mengira saya akan mengajak begituan,” ujar Suhartono. Di tempat itu, akhirnya Sulis dihajar oleh kayu yang sudah dipersiapkan dari rumah. Sulis dipukul di kepala bagian belakang sebanyak dua kali.  “Kayu itu sebelumnya saya siapkan dan saya letakkan di semak-semak itu, begitu juga dengan surat yang saya buat itu,” akunya menyesal.

Kini, Suhartono harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia pun terancam dengan tuduhan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati,  penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: