jump to navigation

Reformasi Kejaksaan Setengah Hati Juli 27, 2006

Posted by gugat in Laporan Utama.
1 comment so far

Kinerja jajaran Kejaksaan Agung (Kejakgung) di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, terus disorot publik. Beberapa kasus yang melibatkan jaksa-jaksa ‘nakal’, terus saja terjadi. Hal ini seakan memperjelas bahwa reformasi di tubuh korps Adhyaksa itu, belum menyentuh sampai ke akar, alias setengah hati. (lebih…)

Iklan

Jaksa Nakal Akan Dipecat Juli 27, 2006

Posted by gugat in Laporan Utama.
2 comments

Kajati Jatim M.S. Rahardjo

kajati-jatim.JPG

Kasus jaksa nakal yang terjadi di lingkungan Kejaksaan Tingi (Kejati) Jatim, membuat geram Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, MS Rahardjo, SH, MH. Karena itu, guna menertibkan para jaksa yang nakal, ia benar-benar mengambil tindakan tegas.
Bahkan, ia tidak segan-segan untuk mengusulkan pemecatan terhadap mereka, apabila terbukti menyalahgunakan wewenangnya. “Saya sendiri yang memastikan adanya usulan pemecatan, bagi para pegawai nakal itu. Saat ini terhadap d Jaksa Bambang Waluyo, jaksa di Kejati, Mamik Wiyono dan Aswin, bagian tata usaha Kejati, proses pemecatan itu sedang berjalan. Hukuman itu merupakan konsekuensi yang harus mereka tanggung,” tegasnya.
Bambang Waluyo adalah jaksa yang divonis Pengadilan Negeri Surabaya dengan hukuman 18 bulan penjara, karena menggunakan sabu-sabu. Sedang Mamik Wiyono dan Aswin, saat ini sedang disidangkan untuk kasus yang sama.
Sedangkan mengenai prosedurnya, lanjut MS Rahardjo, akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Usulan tersebut, akan disampaikan melalui Aswas (Asisten Pengawasan) Kajati Jatim yang paling berwenang.
“Perlu diingat, usulan itu akan diajukan dan dibuat, jika putusan majelis hakim terhadap anak buah saya sudah berkekuatan hukum tetap. Maka, saya akan memerintahkan kepada Aswas untuk langsung mengambil tindakan. Disamping itu juga, bila tidak ada upaya banding dari kedua belah pihak, baik dari jaksa penuntut umum (JPU) maupun terdakwa, maka harus segera dilakukan eksekusi,” papar Kajati Jatim.
Jadi, lanjut Rahardjo, tidak mungkin ada tahanan akan bebas. Malah, bagi staf kejaksaan yang terlibat narkoba, pidananya lebih tinggi dari yang diterapkan pada masyarakat umumnya. Tindakan tersebut, merupakan wujud keikutsertaan kejaksaan dalam menanggulangi dan memberantas peredaran dan pemakaian narkoba.
“Pokoknya saya tidak akan segan-segan untuk menghukum para jaksa nakal, terutama mereka yang memakai narkoba.Mereka itu namanya tidak memberi contoh yang baik. Saya juga sudah memberikan himbaun kepada seluruh jaksa di Jawa Timur, untuk tidak bermain-main dalam pasal narkoba,” ungkapnya

Baik dan Buruk, Sama Banyaknya Juli 27, 2006

Posted by gugat in Laporan Utama.
add a comment

Kamal Firdaus, SH, Staf Ahli Jaksa Agung

jaksa-kamal.jpg

Saya kira, seorang jaksa sama saja dengan profesi lainnya. Yakni ada jaksa baik dan jaksa nakal. Soal jumlah, saya sendiri kurang begitu tahu, bisa yang baik banyak, bisa juga jaksa yang nakal banyak.
Dari pengalaman saya menjadi advokat selama 25 tahun, mudah kok mendeteksi apakah seorang jaksa tersebut baik atau nakal. Dan untuk menindak jaksa nakal sebenarnya tidak sulit. Hanya saja, proses penindakannya jangan disamakan dengan suatu proses sidang pengadilan. Jadi, jangan disyaratkan harus ada data yang akurat untuk membuktikan apakah jaksa itu nakal atau tidak.
Kalau memang Jaksa Agung serius ingin membersihkan jajarannya dari jaksa-jaksa nakal, sesungguhnya tidak sulit kok. Sebab, selama jaksa-jaksa nakal masih bercokol, jangan harap korupsi bisa diberantas. Dan jangan pula berharap para koruptor bisa diseret ke pengadilan.
Saya sendiri yakin bahwa kejaksaan masih punya stock jaksa-jaksa yang baik. Tapi selama jaksa-jaksa nakal itu tidak ditindak tegas, maka jaksa-jaksa yang baik hanya bisa mengeluh dan mengurut dada saja.
Sementara mengenai Komisi Kejaksaan yang dibentuk untuk mengatasi ulah jaksa-jaksa nakal, saya tidak yakin Komisi tersebut bisa mengatasinya.